Guinnes book record memberikan “gelar” pada Indonesia sebagai negara penghancur hutan terbesar dunia, setidaknya hal itu menjadi PR bagi kita untuk melestarikan hutan yang ada di indonesia, sehingga hutan yang kita miliki tidak menjadi rusak. Hutan Indonesia tersebar disetiap pulau dan yang menjadi pusat paru-paru dunia adalah hutan kalimantan.
Hutan kalimantan merupakan hutan terluas di dunia, namun sekarang jumlahnya mulai berkurang akibat ulah tangan manusia. Contoh hutan kalimantan yang rusak adalah Taman Nasional Kutai. Yang terletak di Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur yang beribukota di Sangatta. Taman Nasional Kutai ini dulunya menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur karena banyaknya pohon ulin yang berusia ratusan tahun.
Setelah salah satu hutan kalimantan rusak, satu lagi hutan kalimantan yang dijadikan hutan lindung, yaitu hutan wehea. Hutan ini masih terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Timur. Untuk menjadikan hutan ini tetap lestari, pemerintah dan masyarakat menjadikan hutan Wehea sebagai hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya.
Hutan Kalimantan Rusak
Beberepa penyebab yang mengakibatkan hutan kalimantan menjadi gundul adalah adanya anggapan bahwa setiap pembangunan itu adalah pembangunan fisik yang selalu mencirikan pertambahan jumlah sarana dan prasarana. Sehingga, beberapa lahan hijau, termasuk hutan dikorbankan untuk memperluas wilayah perkotaan. Pembangunan Kabupaten Kutai Timur menggeseer beberapa wilayah hutan kalimantan.
Di samping Kabupaten Kutai Timur, juga Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Lambat laun perkembangan kedua kota ini akan semakin luas yang pada gilirannya akan menggeser salah satu hutan kalimantan yang berada di antara kedua kota tersebut, yaitu hutan bukit Suharto.
Mengembalikan Hutan Kalimantan
Hutan kalimantan rusak saat ini sangat tidak mungkin untuk bisa dikembalikan seperti sedia kala, namun bukan berarti hal ini akan mustahil dilakukan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan hutan kalimantan adalah:
Hutan kalimantan merupakan hutan terluas di dunia, namun sekarang jumlahnya mulai berkurang akibat ulah tangan manusia. Contoh hutan kalimantan yang rusak adalah Taman Nasional Kutai. Yang terletak di Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur yang beribukota di Sangatta. Taman Nasional Kutai ini dulunya menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur karena banyaknya pohon ulin yang berusia ratusan tahun.
Setelah salah satu hutan kalimantan rusak, satu lagi hutan kalimantan yang dijadikan hutan lindung, yaitu hutan wehea. Hutan ini masih terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Timur. Untuk menjadikan hutan ini tetap lestari, pemerintah dan masyarakat menjadikan hutan Wehea sebagai hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya.
Hutan Kalimantan Rusak
Beberepa penyebab yang mengakibatkan hutan kalimantan menjadi gundul adalah adanya anggapan bahwa setiap pembangunan itu adalah pembangunan fisik yang selalu mencirikan pertambahan jumlah sarana dan prasarana. Sehingga, beberapa lahan hijau, termasuk hutan dikorbankan untuk memperluas wilayah perkotaan. Pembangunan Kabupaten Kutai Timur menggeseer beberapa wilayah hutan kalimantan.
Di samping Kabupaten Kutai Timur, juga Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Lambat laun perkembangan kedua kota ini akan semakin luas yang pada gilirannya akan menggeser salah satu hutan kalimantan yang berada di antara kedua kota tersebut, yaitu hutan bukit Suharto.
Mengembalikan Hutan Kalimantan
Hutan kalimantan rusak saat ini sangat tidak mungkin untuk bisa dikembalikan seperti sedia kala, namun bukan berarti hal ini akan mustahil dilakukan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan hutan kalimantan adalah:
- Tidak dieksploitasi secara dominan sebagai fungsi ekonomi maupun sebagai hutan produksi, melainkan merubahnya menjadi hutan konservasi. Sehingga, hutan kalimantan yang tersisa akan tetap lestari.
- Perlu dikembangkan konsep pemberdayaan masyarakat yang dapat berfungsi sebagai pamong hutan dan sekaligus melestarikan fungsi hutan. Mengingat selama ini pelibatan masyarakat disekitar dalam kegiatannya di hutan sering menyimpang. Tidak melestarikan melainkan merusaknya, sehingga sosialisasi pentingnya pelestarian hutan dinomorsatukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar